Godaan Setan pada Orang-orang Shalih (2)


Oleh : Dr Abdullah Al Khaathir

Uslub (Metodologi) Setan Dalam Menggoda Manusia

Setan menggunakan uslub yang bertahap dalam menyesatkan manusia, baik dalam materi ajakannya maupun dalam caranya.

Imam Ibnul Qayyim Rahimahullah menyebutkan 6 tahapan dalam materi ajakan setan sebagai berikut:

Tahap pertama, setan berusaha agar manusia menjadi kafir atau musyrik. Jika orang tersebut adalah orang Islam, usahanya diturunkan ke tahap berikutnya.

Tahap kedua, yaitu tahapan bid’ah (mengada-ada suatu urusan dien). Manusia dibuatnya untuk membuat dan menerapkan bid’ah. Jika orang tersebut termasuk Ahlussunnah, dimulailah tahap ketiga.

Tahap ketiga, yaitu tahap kabaa-ir, maksiat berupa dosa-dosa besar. Jika orang tersebut dijaga Allah dari melakukan dosa besar, setan tidak putus asa untuk terus menggoda.

Tahap keempat, yaitu tahap shaghaa-it, maksiat berupa dosa-dosa kecil. Jika
orang tersebut juga terjaga darinya, mulailah setan menyibukkan orang itu dengan uslub yang lain.

Tahap kelima, yaitu setan menyibukkan manusia dengan hal-hal yang mubah (boleh), sehingga orang itu menghabiskan waktunya dalam hal mubah, tidak sibuk dalam hal berpahala, yang kita semua diperintahkan mengamalkannya.

Tahap keenam, yaitu setan menyibukkan manusia dengan amal-amal yang mafdhul (kurang utama) sehingga lalai dari amal yang afdhal (lebih utama), yang lebih baik dari amal mafdhul tersebut. Misalnya seseorang disibukkan dengan perkara sunat daripada fardhu, maka sibuklah dia dengan yang disunatkan dan meninggalkan yang difardhukan.

Setan sangat bersungguh-sungguh dalam dakwahnya, dengan mengajak secara
bertahap dalam materi ajakannya. Adapun dalam cara mengajaknya, maka setan itu menjerumuskan manusia selangkah demi selangkah. Sebagaimana Allah berfirman: “Makanlah dari apa yang dirizqikan Allah kepada kalian dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu”. (QS Al An’aam:142).

Pada mulanya setan berusaha menggelincirkan manusia sedikit-sedikit, kemudian bertahap menuju tujuannya. Setan masuk pada siapapun dengan uslub yang cocok dengan jatidirinya.
• Setan masuk pada orang zahid (sederhana) dengan kezuhudannya.
• Setan masuk pada orang alim (berilmu) dengan melalui pintu ilmu.
• Setan masuk pada orang jahil (bodoh) dengan kebodohannya pula!

About Muhammad Yusuf

Saya menyukai dunia jurnalistik, dan saya memiliki hobi menulis. Dunia IT adalah dunia saya, yang saya pelajari secara otodidak, dan saya ingin mengukir karya karya nyata disana. Selain itu saya hanyalah manusia biasa yang berprofesi sebagai usahawan, dengan berjualan Herbal dan Jahe Merah Karomah. Selebihnya tak ada keistimewaan melainkan banyak memiliki kekurangan

Posted on 21 Desember 2011, in Just 4 U and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tulis Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 455 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: